Delapan Hari di Madinah, Tetap Bisa Cicipi Kuliner IndonesiaLiputan Khusus Haji Bersama NU Probolinggo
Delapan Hari di Madinah, Tetap Bisa Cicipi Kuliner Indonesia

nuprobolinggo.or.id -MADINAH- Jemaah Calon Haji atau JCH Kabupaten Probolinggo telah delapan hari berada di Madinah. Ahad (26/6/2022) ini, jemaah yang tergabung dalam kloter 19 ini dijadwalkan berangkat ke Mekkah.

Melalui jalur darat, mereka akan melakukan perjalanan sekitar 453 kilometer dengan waktu tempuh hampir lima jam menggunakan bis.

Delapan hari jauh dari kampung halaman, berada di kota suci kedua setelah Mekkah, dengan kondisi alam yang jauh berbeda, jemaah tetap bisa menikmati kuliner tanah air setiap hari.

"Untuk makannya jemaah, pakai nasi boks (kotak). Menunya Indonesia. Kalau pagi (lauk) ikan, kalau siang (lauk) daging, kalau malam (lauk) rendang," kata responden nuprobolinggo.or.id di Madinah, H. Karsono.
Selain itu, ada buah seperti jeruk dan pissang yang menjadi paket layanan bagi jemaah Indonesia.



"Kalau untuk makan, tidak perlu khawatir," kata pria yang menjadi Petugas Haji Daerah atau PHD Kabupaten Probolinggo itu.

Selain itu, tak sedikit rumah makan atau restoran di Madinah yang menyediakan kuliner nusantara. Jemaah dengan leluasa mencicipi kuliner di rumah makan tersebut.

Makanannya pun lengkap. Mulai dari rendang, ikan teri, sop ayam, sayur asem, tempe orek, mie ayam hingga bakso tersedia.

Delapan hari di Kota Madinah, menjalani program Shalat Arbain di Masjid Nabawi, kini tiba saatnya jemaah bergeser ke Kota Mekkah. Bergabung dengan jemaah lain di sana.

"Kami geser ke Mekkah habis subuh," tulis Karsono melalui pesan WhatsAp.

Lewat perjalanan panjang itu, jemaah dapat merefleksikan perjalanan Nabi Muhammad bersama sahabat dalam Fathu Mekkah, atau saat hijrah. (*)