Dasar Prinsip Moderasi NU
Dasar Prinsip Moderasi NU

Keterangan Gambar : http://www.islamwhy.com/

nuprobolinggo.or.id -Nahdlatul Ulama memiliki prinsip moderat. Dalam Bahasa arab kata ini disebut wasath. Sehingga NU menggunakan kata dari Bahasa Arab ini untuk menunjuk makna moderat, yaitu tawassuth.

Tawassuth berasal dari kata Wasath yang artinya pertengahan. Kata ini digunakan dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 143

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ

Artinya : Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Kata Wasath(وَسَط) berbeda dengan wasth(وَسْط). Wasath(وَسَط) menunjuk pada posisi tengah tapi tetap pada satu kesatuan dengan kanan dan kiri. Sedangkan wasth(وَسْط) berarti tengah tapi bukan satu kesatuan dengan kanan dan kiri.

Dalam hadits disebutkan bentuk lain dari kata wasath, yaitu Awsath.

خير ا لأمور أوسطها

Artinya : Sebaik-baik perkara adalah yang paling tengah

Para mufassir seperti Al Maraghi, Al Thabari dan al Baghawi menafsirkan kata Wasath dalam ayat di atas dengan makna adil. Wahbah Zuhaili juga menafsirkan seperti para pendahulunya tersebut. Beliau mengatakan dalam tafsir Al-Munir

والوسط:العدل، وأصل هذا أن أحمد الأشياء أوسطها

Wasath artinya Adil. Dasar dari ini adalah bahwa sesuatu yang paling dipuji adalah yang tengah(adil).

 

Wahbah Zuhaili juga mengatakan posisi di tengah lebih bisa dijadikan sebagai teladan oleh yang kanan dan kiri. Posisi ini merupakan posisi antara ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Sifat berani merupakan posisi tengah antara nekad dan takut.(lihat Al Tafsir al Munir juz 2 karya Syeikh Wahbah al-Zuhaili).


Dalam beribadah kita dituntut untuk mengambil posisi tengah ini. Kita tidak boleh terlalu mementingkan hal-hal rohani sementara kepentingan jasmani ditinggalkan. Kita tidak boleh terlalu pasrah(tawakkal) tanpa ada usaha.


Pada titik ini kita bisa memahami mengapa NU mengambil jalan Imam Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang tauhid dari pada Qadariyah yang cenderung meniadakan kehendak Allah SWT dan Jabariyah yang cenderung meniadakan kehendak manusia. Begitu juga dalam bidang yang lain yang diambil sebagai jalan oleh NU. Begitulah penjelasan sekilas prinsip Tawassuth NU yang selaras dengan al-Qur’an dan Hadits.


والله أعلم بالصواب