Cerita Ibunyai Rifah Suzanna, Tanamkan Sifat Peduli, Tanggap dan Tanggung Jawab Kepada Santri
Cerita Ibunyai Rifah Suzanna, Tanamkan Sifat Peduli, Tanggap dan Tanggung Jawab Kepada Santri

Keterangan Gambar : foto ibunyai bersama dengan salah satu santrinya

nuprobolinggo.or.id -Dibalik suksesnya para santri di tengah masyarakat, pasti ada sosok orang tua dan guru di belakang yang mensupport dan mendoakannya.

Salah satunya beliau adalah Ibunyai Rif'ah Suzannah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlashin Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo.

Diceritakan oleh beberapa santri, bahwa Ibunyai Rif'ah Suzannah sudah seperti ibu kandung. Selain mengajarkan dalam segi pendidikan di Pesantren, Ibunyai Rif'ah juga sangat telaten mengajari santrinya memasak.

Seperti yang diterapkan beliau di Pondok Pesantren Putri Darul Mukhlashin, setiap hari beliau mewajibkan santrinya untuk bergiliran menjalankan piket Tata dahar.

Dari piket Tata Dahar tersebut, santri tak hanya diajarkan menata makanan keluarga dhalem. Namun juga, santri diajarkan langsung oleh beliau memasak di dapur.

Menurut Ibunyai Rif'ah Suzannah "Saya tidak mau ketika santri putri sudah lulus dari pesantren hanya pintar dalam keilmuan agama dan umum saja, melainkan santri putri juga harus punya bekal memasak ketika nanti sudah menjadi ibu rumah tangga" dawuh Ibunyai kelahiran 11 Maret tersebut.

Selain itu, Ibunyai juga bercerita awal mula mendirikan Pondok Pesantren Darul Mukhlashin bersama Kiai Mahfudz Basya. Perjuangannya dimulai sejak tahun 1998-2000 untuk membangun dhalem di Tegalsiwalan.

Setelah dhalemnya berdiri kokoh, kemudian Ibunyai bersama Kiai Mahfudz Basya membuka lembaga pertama yaitu TPQ dan TK.

"Kemudian tahun 2004 disusul dengan lembaga MTs, MA dan SDI Darul Mukhlashin" tambah Ibunyai.

Perjuangannya bersama Kiai dalam berkiprah mendirikan pesantren dan meneruskan perjuangan abahnya tidak serta merta langsung berdiri kokoh, sangat penuh perjuangan tentunya.

Diketahui sebelumnya, Ibunyai menikah dengan Kiai Mahfudz Basya pada tahun 1978. Kemudian beliau hingga saat ini dikaruniai empat anak yang sudah sukses di bidangnya masing-masing.

Pertama yakni Gus Khusnu Milad, yang saat ini menjadi Pengasuh Putra Pondok Pesantren Darul Mukhlashin. Meneruskan perjuangan Kiai Mahfudz Basya abahnya yang wafat pada bulan Maret 2021 kemarin.

Anak kedua beliau adalah Gus Alamul Haq, ketiga Ning Vina Nadya Maulida dan terakhir keempat adalah Ning Inaroh Qudsiyah.

Ada tiga hal pesan Ibunyai yang tidak pernah dilupakan oleh santri dan alumni. Beliau sering berpesan ketika mengakhiri pengajian kitab "Nak, Jadilah santri yang peduli, tanggap, dan tanggung jawab dimanapun berada" dawuh Ibunyai.

Bahkan ada salah seorang alumni santri putri Darul Mukhlashin, ia adalah cicik juhairiyah.

Dalam perbincangan penulis dengannya ia mengatakan sangat bersyukur. Bahwa dengan pesan sederhana dari bunyai, dimanapun harus menjadi santri yang peduli, tanggap, dan tanggung jawab apalagi di tengah-tengah masyarakat.

"Bagi saya itu sangat bermanfaat. Dari pesan sederhana tersebut, menjadikan saya hari ini menjadi perempuan yang mandiri dan tangguh" Pungkasnya kepada tim media. Sabtu (26/06/2022)

Diketahui Ibunyai Rif'ah Suzannah masih merupakan cucu dari Kiai Ahmad Shiddiq Jember. Ibunyai merupakan putri dari KH. Achmad Mursyid dan Ibunyai Hj. Suroya Mahfudz Shiddiq dari Jl. Gajahmada Kaliwates Jember.