Berangkat Umroh Camat Taufik Alami Minta Doa Ulama
Berangkat Umroh Camat Taufik Alami Minta Doa Ulama

Probolinggo (IslamNu) Bertempat di halaman Pendopo kecamatan Wonomerto ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), KUA, pengurus MUI, MWCNU, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat-Muslimat NU, para kepala guru TPQ-Madin berkumpul mendoakan keberangkatan Camat Wonomerto untuk menunaikan ibadah umroh ke tanah suci. (27/11/2017).

Mengawali sambutan Camat Taufik memohon maaf atas kesalahan baik disengaja maupun tidak. Juga mohon sambungan doa kepada para undangan demi keselamatannya dalam perjalanan hingga pemulangan dari ibadah umroh tersebut. Selain itu beliau juga berpesan kepada aparaturnya untuk menjalankan tugas dengan baik, tetap berikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Wonomerto selama dirinya berada di luar negeri, pintanya. Kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Camat meminta sinergi terus dibangun demi meningkatkan jalur organisasi tetap mapan dan tertata. Dan mohon doa semoga ibadahnya diterima oleh Allah Swt., di akhir sambutannya Camat juga memohon doa untuk istri dan semua rombongan dari Probolinggo yang berjumlah 178 jamaah akan dilepas secara resmi di Pendopo Bupati Probolinggo malam ini. "Semoga kami semua diberikan kesehatan oleh Allah Swt. harapnya. Dilanjutkan dengan istighosah, pembacaan sholawat nabi, yang kemudian ditutup dengan doa secara bergilir dari Ketua MUI Wonomerto Ust. Ahmad, Katib Syuriyah MWCNU Ansori, Kepala KUA H. Wawan AS dan terakhir Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto KH. M. Hasan Siddiq.

Ada beberapa uraian religi disampaikan oleh salah seorang tokoh agama bahwa Ibadah umroh memiliki makna yang dalam bagi orang yang mengetahuinya yang diantara hikmahnya adalah pemandangan cinta dan rindu kepada Allah Swt. Tidak mungkin orang datang ratusan kilometer dari rumahnya hanya untuk datang ke Baitulloh tanpa didorong persaaan cinta dan rindu. Sementara mereka yang berangkat umroh (haji kecil) harus meninggalkan keluarga dan kampung halamannya untuk beberapa waktu. Pada dasarnya ada dua hubungan manusia dengan sang penciptanya yaitu Alloh swt. Hubungan yang pertama adalah menunjukkan ketaatan dan kehambaan. Hal ini banyak tercermin dalam ibadah yang kita lakukan, misalnya dalam hal sholat. Semua perkara dalam sholat menunjukkan hal ini. Dimulai dari sebelum sholat maka kita memakaia pakaian yang pantas, kemudian dengan penuh ketenangan mengambil air wudlu.

Setelah itu mulai sholat dengan penuh ketakziman mengangkat kedua tangan sampai telinga sambil mengagungkan kebesaran dan merasakan kehadiran Alloh lalu bersedekap.Demikian juga ketika meletakkan kepala di atas tanah menunjukkan ketaatan dan kelemahan kta dihadapan Alloh swt. Hubungan yang kedua adalah hubungan cinta kasih. Hubungan ini bisa dilihat dalam hikmah melaksanakan ibadah umroh. Dimulai dari sejak awal meninggalkan keluarganya menuju rumah sang kekasih. Ia lewati lorong dan jalan menuju rumah kekasihnya. Jika dalam perjalan untuk menjumpai kekasihnya ia mendapati kesukaran dan penderitaan maka tentu saja hal ini akan terasa ringan. Hingga mereka harus memakai pakaian ihram juga tergambar rasa cinta. Tiada lagi tutup kepala, bahkan tidak memakai baju, dalam keadaan seorang fakir dan tidak memakai wangi-wangian dan perhiasan. Kemudian thawaf dimulai dengan mencium hajar aswad yang didalam hadist disebutkan sebagai tangannya Allah taala.

Oleh karena itu mencium hajar aswad seolah-olah mencium tangan Alloh swt. Dan ini adalah karunia yang besar karena Dia telah memberikan keberuntungan ini kepada manusia yang dipilihnya untuk datang menghadap-Nya. Setelah itu berlarian antara shafa dan marwa adalah gambaran seseorang yang dilanda cinta. Tanpa memakai penutup kepala dan memakai baju pada saat Sai berlarian kesana kemari. Pada akhirnya ditutup dengan memotong sebagian rambut kita yang artinya adalah membuang pikiran pikiran kotor yang ada dalam otak kita. Semua yang terjadi awalnya dari pikiran, oleh karena itu selepas umroh setiap melangkah kaki ketika kita melakukan aktifitas apa saja selalu dasarilah dengan rasa cinta, semata-mata hanya mengharap ridha Allah Swt. (Mp).