Belasan Santri Ponpes di Probolinggo Dapat Beasiswa Kuliah di China dan Mesir
Belasan Santri Ponpes di Probolinggo Dapat Beasiswa Kuliah di China dan Mesir

Keterangan Gambar : Santri Ponpes Nurul Jadid shalat berjamaah (foto: dokumen pesantren)

nuprobolinggo.or.id- Pendidikan pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo, ternyata mampu bersaing di kancah global. Terbukti dengan diterimanya 16 santri ponpes untuk kuliah di sejumlah universitas di China dan Mesir.

Mereka adalah santri Ponpes Nurul Jadid. Alumni SMA dan MA Nurul Jadid yang lulus tahun ini.

Dari MA Nurul Jadid, ada tiga santri yang akan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Zuhroh Rihadatul 'Aisy, Nadiyah Fikril Labibah, dan M. Kanzi Al-Kaunain. Ketiganya akan kuliah di Al-Azhar bersama Ghulam Frisky Yunib Paradise dari SMA Nurul Jadid.

Dari SMA Nurul Jadid, juga ada 12 santri lain yang mendapat beasiswa kuliah di China. Mereka akan kuliah di lima universitas berbeda di negara yang kini menjadi raksasa ekonomi baru tersebut.

Yaitu An Hui University, Wuyi University, Quang Xi Normal University, Shanghai Normal University, dan Ningxia University.

Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid mengatakan, diterimanya alumni itu merupakan ikhtiar kesiapan pesantren dalam menyongsong globalisasi.

"Kita harap para santri sudah mulai berproses dan berwawasan global, sehingga warga pesantren dapat menyambut globalisasi berjejaring dan berwawasan global," kata Kiai Hamid, dikutip dari TIMES Indonesia.

Dengan demikian, santri dan pesantren tidak ketinggalan dengan perkembangan globalisasi dan dapat masuk ke dalamnya dengan baik.

Kepala SMA Nurul Jadid, Didik Priyagung Wicaksono menyatakan, setiap tahunnya ada lima hingga 12 siswa yang mendapat beasiswa di sejumlah universitas di China.

Gelombang alumni yang kuliah ke China dimulai sejak era Novi Basuki di tahun 2010. Santri asal pegunungan, Kabupaten Situbondo itu, berangkat kuliah ke China seorang diri. Kini, Novi tengah menempuh studi S3 di sana.

"Novi pertama kali, 1 orang. Tahun 2011 kosong. Tahun 2012 tiga siswa. Terus bertambah tiap tahunnya hingga sekarang 2021," terang kepala SMA Nurul Jadid ini. (*)