Bangun Koneksi Pengkaderan NU dan Lembaga Pendidikan
Bangun Koneksi Pengkaderan NU dan Lembaga Pendidikan
PCNU Kabupaten Probolinggo tengah membangun koneksi antara pengkaderan NU dan lembaga pendidikan.

Dengan koneksi keduanya, setiap lulusan madrasah aliyah/sederajat akan mendapatkan pembekalan mengenai paham Aswaja dan ke-NU-an yang memadai.

Dengan bekal Aswaja dan Ke-NU-an yang memadai, mereka diharapkan tidak mudah terseret ke paham radikal.

Hal itu disampaikan dalam sesi dialog di acara Turba PCNU Kabupaten Probolinggo ke MWCNU Bantaran, Ahad (12/9/2021). Turba dilakukan dengan tema Silaturrahim dan Konsolidasi Jam'iyyah Menjelang Satu Abad NU.

"Kini PCNU membangun koneksi antara pengkaderan NU dan pendidikan formal. Mereka yang lulus agar punya benteng yang kuat sebelum kuliah di luar," kata Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru yang memandu dialog.

Berdasarkan data emispendis.kemenag.go.id, sedikitnya terdapat 25 madrasah aliyah (MA) di wilayah kerja PCNU Kabupaten Probolinggo.

Tautan tersebut berisi Data Pokok Pendidikan Islam yang terdiri atas Data Madrasah, Data PTKI, Data Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Data PAI.

Diketahui, terdapat empat isu strategis dan program prioritas dalam setahun ini. Upaya membangun koneksi antara pengkaderan NU dan lembaga pendidika termasuk di dalamnya.

Turba yang dilakukan ke MWCNU Bantaran, merupakan bagian dari rangkaian turba ke 10 MWC lain di wilayah kerja PCNU Kabupaten Probolinggo.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid mengatakan, turba dilakukan untuk menyapa pengurus MWC, ranting, hingga kelompok anak ranting NU.

"Juga menyampaikan program di bidang keislaman aswaja dan dakwah, pengkaderan, ekonomi dan kemandirian organisasi, serta pendikan menjelang 1 abad NU," katanya. (*)