Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menghadapi Era Industri 4.0?
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menghadapi Era Industri 4.0?
nuprobolinggo.or.id - Menghadapi era industri 4.0, sebagian orang merasa takut, masa bodoh, ada pula yang merasa tertantang dan menganggapnya sebagai peluang. Lalu bagaimana seharusnya generasi muda bersikap?

Dikutip dari times.co.id, Rektor Unuja Probolinggo (Universitas Nurul Jadid Probolinggo), KH. Abdul Hamid Wahid, mengutip surat Ali Imran ayat 190 dan 191 tentang orang-orang yang berakal (Ulul Albab).

Berikut arti Surat Ali Imran ayat 190 dan 191:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

"Tidak menyalahkan keadaan yang terjadi. Tetapi mengambil hikmah," kata KH. Abdul Hamid Wahid yang juga Kepala Pesantren Nurul Jadid ini, perihal makna ayat tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Hamid dalam Webinar Readiness of Young Generation for Industry 4.0 sesi 2 dengan tema, Keterampilan Berfikir Kritis untuk Menyongsong Industri 4.0.

Webinar digelar oleh Yayasan Dakwah Islam Ahlussunnah Waljamaah (Yadia) bersama laduni.id, Minggu (7/3/2021).

"Kita ingin agar mampu beradaptasi secara normal (dengan revolusi industri 4.0, Red). Tidak takut dan sebagainya," tambahnya.

Revolusi industri 4.0 telah mengguncang sendi-sendi kehidupan yang selama ini dianggap telah selesai. Ia mengubah jenis pekerjaan yang dilakukan orang dan bagaimana hal itu dilakukan.

Pemuda bisa tertinggal jika tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan, atau tak mampu beradaptasi.

"Dasar dari itu semua adalah kebutuhan untuk pembelajaran seumur hidup dan reskilling (upgrade skil, Red)," ujar Kiai Hamid.

Dr. M. Fakhrurrozi yang juga menjadi pembicara zoominar, mengutip hasil Survey Word Economic Forum 2020, perihal jenis-jenis pekerjaan yang mengalami peningkatan, dan jenis-jenis pekerjaan yang mengalami penurunan.

Pekerjaan yang mengalami peningkatan antara lain Analis dan Ilmuwan Data, Spesialis Atificial Intelligence (AI) dan Machine Learning, General and Operations Manager, Pengembang dan Analis Aplikasi dan Sistem Operasi.

Kemudian Profesional Sales dan Marketing, Spesialis Big Data, Spesialis Transformasi Digital, Spesialis Teknologi Baru, Spesialis Pengembangan Organisasi, dan Jasa Layanan Teknologi Informasi.

Adapun pekerjaan yang mengalami penurunan antara lain Pegawai Entri Data, Pegawai Pembukuan Akuntansi, Sekretaris Administrasi dan Eksekutif, Pekerja Pabrik, Pekerja Layanan Konsumen, Manajer Layanan Bisnis dan Administrasi, Akuntan dan Auditor, Petugas Pencatatan dan Penyimpanan, Manager Operasi Umum, dan Pekerja Pos.

Selain KH. Abdul Hamid dan Dr. M. Fakhrurrozi, Webinar Readiness of Young Generation for Industry 4.0 sesi 2 dengan tema, Keterampilan Berfikir Kritis untuk Menyongsong Industri 4.0 juga menghadirkan pengampu rubrik konsultasi laduni.id, Nur Chasanah. (*)