Ansor Kota Kraksaan Gelar Salat Gaib dan Tahlil Bagi Kru KRI Nanggala 402
Ansor Kota Kraksaan Gelar Salat Gaib dan Tahlil Bagi Kru KRI Nanggala 402
nuprobolinggo.or.id - GP Ansor Kota Kraksaan, Jatim, menggelar shalat gaib untuk 53 kru kapal selam KRI Nanggala yang gugur. Shalat gaib dan tahlil dihelat Mako Banser Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin, (27/42021) malam.

Digelar pasca shalat tarawih, shalat dan tahlil diikuti puluhan anggota PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan, dan perwakilan dari 14 Pengurus Anak Cabang (PAC).

Salat gaib dan tahlilan itu sebagai bentuk kesetiakawanan. Dari 53 kru yang dinyatakan gugur, salah satunya merupakan jebolan Banser, lembaga semi otonom dari GP Ansor. Bahkan anggota TNI AL tersebut masih aktif sebagai anggota Banser di tempat asalnya.

"Dari awak kapal yang juga gugur dalam peristiwa tenggelamnya kapal KRI Nanggala, salah satunya adalah sahabat kami, anggota banser yang bertransformasi jadi anggota TNI. Kalau tidak salah, dari Bojonegoro atau Pekalongan," kata Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan, Taufiq.

Usai salat dan tahlil, kegiatan di kediaman penasihat PC, Gus Nuriz Zamzami, dilanjut dengan Refleksi Sejarah Pergerakan. Momentum peringatan hari lahir (Harlah) Ansor ke-87.

"Ini sebagai bentuk kepedulian antar keluarga organisasi. Semoga semua keluarga kru kapal diberi ketabahan dan kesabaran," tandas sahabat Taufiq.

"Perjuangan kader Ansor hari ini lebih mudah ketimbang perjuangan kami di masa lalu. Jadi anak-anak muda saat ini, jangan pernah kendor dalam memperjuangkan kekayaan Nahdlatul Ulama (NU)," kata H. Ali Mustofa, eks laskar Hizbullah yang kini berusia 96 tahun.

Diketahui, kapal selam milik Indonesia KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi. Pencarian kapal di sekitar perairan utara Bali terus dilakukan. Bahkan melibatkan negara tetangga, untuk menemukan kapal selam buatan Jerman pada 1978 itu.

Kemudian para awak kapal dinyatakan gugur, Minggu (25/4/2021) setelah ditemukannya bukti-bukti bagian badan kapal. Meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, dan juga baju keselamatan awak kapal MK 11.