Anggia Ermarini : NU Tidak Pernah Dukung Kelompok LGBT
Anggia Ermarini : NU Tidak Pernah Dukung Kelompok LGBT

Ketua PP Fatayat NU Anggia Ermarini menegaskan bahwa selama kepengurusan dirinya LKNU tidak pernah mendukung atau mempromosikan kaum LGBT. Anggi yang mantan Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) periode lalu ini dengan tegas menanggapi isu di masyarakat yang menilai LKNU mendukung keberadaan kelompok tersebut. (4/3).

Selama ini kata Anggi, NU sangat konsen dengan program-program kemanusiaan. Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan oleh LKNU merupakan bagian dari kerja kemanusiaan tersebut.

“Di sini kami memandang, LGBT merupakan kelompok beresiko tinggi terkait penularan HIV/AIDS. Kerja sama kita terkait penanggulangan penyakit berbahaya tersebut, bukan mendukung dan mempromosikan keberadaan kelompok mereka,” tegas Anggi kepada NU Online, Jumat (4/3) di Jakarta.

Perempuan kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini juga menjelaskan, isu terkait pelegalan LGBT memang hingga sekarang masih bergulir. “Saya merasa, karena mereka selama ini sudah dibantu oleh NU terkait pencegahan HIV/AIDS, jadi mereka menganggap bahwa kami mendukung mereka. Saya tegaskan, perbuatan mereka tidak halal, sampai kapan pun kami tidak mendukung keberadaan kelompok LGBT,” tegasnya.

Sebelum program pencegahan HIV/AIDS ditangani oleh LKNU dengan sasaran kelompok rentan tersebut, tambah Anggi, pihaknya sudah melakukan berbagai tahap, antara lain konsultasi dengan para Syuriyah PBNU untuk membahas pentingkah program ini dengan sasaran kelompok tersebut. 

“Hasilnya penting, hal ini sudah melalui verifikasi yang dilakukan oleh forum syuriyah tersebut lalu dibawa ke forum bahtsul masail, hasilnya oke, jadi program pencegahan HIV/AIDS dengan melibatkan kelompok-kelompok rentan sangat diperlukan guna mencegah kerusakan yang lebih luas,” paparnya.

Terkait dengan beredarnya poster, Anggi mengonfirmasi bahwa poster tersebut sudah beredar sejak tahun 2013. “Itu yang bikin bukan LKNU tapi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Karena mencantumkan logo NU, saat itu kami protes. Saya juga ingin menjelaskan, poster itu hanya untuk kalangan-kalangan tertentu. Jadi kalau selama ini beredar, itu sangat melanggar aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PP LKNU saat ini H Hisyam Said Budairy menegaskan bahwa selama ini yang terjadi hanyalah perbedaan sudut pandang. 

“LKNU hanya menjalankan program penganggulangan HIV/AIDS dengan melibatkan pihak-pihak rentan dan beresiko tinggi. Dari sinilah mungkin mereka menganggap bahwa NU mendukung keberadaan kaum LGBT, padahal tidak sama sekali,” terang Hisyam. (Mp).

Penulis : Fathoni

Sumber : nu.or.id



nu