Breaking News
dark_mode
Trending

Uswah Non Kalim Genggong, Cucu KH Hasan Sepuh yang Diberi Nama Nabi Musa AS

  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Tak banyak yang tahu bahwa nama besar Almaghfurlah KH Sholeh Nahrawi atau Non Kalim Genggong, memiliki ikatan spiritual yang mendalam dengan Nabi Musa AS (Kalimullah).

Sebuah pengalaman batin di tanah suci mempertemukan sang kiai dengan Nabi Musa AS yang menaruh simpati karena mendapati hati cucu KH Moh. Hasan Sepuh Genggong ini begitu bersih.

Melalui perjumpaan saat ibadah haji itulah, Non Kalim juga membawa nama KH Sholeh Nahrawi.

Jejak-jejak spiritual dan keluhuran akhlak beliau kembali dikenang oleh ribuan jamaah yang memadati Haul ke-26 beliau di Pondok Pesantren Baitus Sholihin, Temenggungan, Krejengan, Ahad (20/6/2026).

Suasana khidmat menyelimuti majelis haul yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut. Di antara lantunan salawat dan untaian doa, tersingkap kembali kisah-kisah keteladanan sang ulama yang selama hidupnya memilih jalan kesederhanaan dan keheningan, namun meninggalkan jejak spiritual yang mendalam.

Beras Jadi Emas: Tirakat dan Air Mata Sang Ibunda

Setiap ulama besar lahir dari rahim seorang ibu yang ahli tirakat. Hal ini nyata dalam manaqib KH. Sholeh Nahrawi yang dibacakan oleh KH. Muhammad Hasan Maulana (Non Diego).

Non Kalim merupakan putra dari KH. Ahmad Nahrawi dan Ny. Hajjah Marfu’ah. Jalur nasabnya tersambung langsung sebagai cucu dari waliyullah, KH. Moh. Hasan Sepuh Genggong, di mana KH. Ahmad Nahrawi adalah putra sulung beliau.

Kisah karamah dan keteguhan hati bermula sejak Non Kalim masih berada di dalam kandungan. Ny. Marfu’ah dikenal sebagai sosok yang tiada henti melakukan tirakat setiap kali mengandung. Al-Qur’an menjadi karibnya; jemarinya terus memegang mushaf, dan lisannya tak putus melantunkan ayat-ayat suci.

Suatu hari, saat Ny. Marfu’ah sedang memasak nasi di dapur, ia meninggalkannya sejenak untuk kembali masuk ke kamar demi meluangkan waktu membaca Al-Qur’an.

Namun, sebuah peristiwa luar biasa terjadi ketika beliau kembali ke dapur. Saat tutup sobluk (kukusan nasi) dibuka, isinya bukan lagi beras yang matang, melainkan tumpukan emas yang berkilauan.

Bukannya bersukacita, Ny. Marfu’ah justru menangis tersedu-sedu. Menghadapi ujian kemewahan duniawi itu, beliau justru merasa susah dan memohon kepada Sang Pencipta.

“Ya Allah, bukan ini yang hamba harapkan. Tapi bagaimana anak di dalam kandungan ini kelak menjadi hamba yang cocok dengan-Mu,” rintihnya dalam doa.

Seketika, atas izin Allah, kilauan emas itu lenyap dan berubah kembali menjadi nasi biasa. Dari air mata tirakat dan ketidakinginan pada dunia itulah, lahir seorang anak yang kelak memancarkan kemuliaan akhlak.

Pengalaman Spiritual di Tanah Suci dan Rahasia Nama ‘Non Kalim’

“Non Kalim” merupakan nama kecil KH Sholeh Nahrawi. Nama KH Sholeh Nahrawi diperoleh melalui pengalaman spiritual saat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Konon, dalam pengalaman spiritualnya di sana, beliau mendapatkan anugerah bertemu dengan Nabi Musa AS.

Sang Nabi kasokan (berkenan atau menaruh simpati dalam bahasa Madura) kepada beliau karena mendapati hatinya yang begitu bersih dan suci. Terlebih, nama sang kiai memiliki keterikatan makna dengan gelar Nabi Musa, yakni Kalimullah (sosok yang berbicara dengan Allah).

Melalui perjumpaan spiritual itulah, nama haji beliau ditetapkan langsung menjadi KH. Sholeh Nahrawi.

Dalam Diam Menyimpan Hikmah

Bagi masyarakat Probolinggo dan jamaah sekitarnya, sosok Non Kalim melekat sebagai pribadi yang sederhana, santun, dan tidak banyak bicara. Namun, dalam tradisi pesantren, diamnya seorang ulama bukanlah kekosongan, melainkan samudera makrifat.

Hal ini diaminkan oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris Damanhuri, yang hadir dalam peringatan haul tersebut.

“Dalam diamnya beliau, Non Kalim menyampaikan banyak pesan yang luar biasa. Diamnya menyimpan banyak kelebihan dan hikmah. Kita belajar untuk tidak meremehkan siapa pun, karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” tutur Gus Haris.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para jamaah bahwa semakin banyak seseorang berbicara, semakin besar pula peluang tergelincir dalam kesalahan lisan. Keheningan sosok Non Kalim menjadi kritik sekaligus teladan bagi zaman modern ini agar masyarakat lebih menjaga lisan, memperbanyak amal kebaikan, dan konsisten mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan para ulama.

Gus Haris juga menegaskan bahwa kiai dan ulama sejatinya tidak pernah benar-benar wafat. “Keilmuan, perjuangan, dan keteladanan yang beliau wariskan akan terus hidup dan mengalir di tengah-tengah kita,” imbuhnya sembari memohon doa agar jajaran pemerintahan mampu mengemban amanah demi mewujudkan daerah yang aman, tenteram, dan sejahtera.

Menuju Probolinggo SAE

Semangat melanjutkan perjuangan para masyayikh ini juga digaungkan oleh Anggota DPR RI, Gus Mufti. Kehadiran ribuan jamaah di tengah terik dan padatnya kawasan Krejengan menjadi bukti nyata betapa masyarakat haus akan keteladanan dan keberkahan ulama.

“Sebagai insan santri, saya mengucapkan selamat kepada Kabupaten Probolinggo yang kini mengusung semangat Probolinggo SAE (Sae, Maju, Harmonis, Religius, dan Penuh Keberkahan). Haul ini bukan sekadar rutinitas mengenang masa lalu, melainkan inspirasi bagi generasi muda dan para santri untuk terus mengabdi demi kemaslahatan bangsa,” tegas Gus Mufti.

Majelis haul ke-26 Non Kalim ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama sepuh yang hadir. Tampak di panggung utama Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra bersama jajaran Wakil Ketua DPRD Zubaidi dan Abdul Wahid.

Turut hadir pula keluarga besar Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Hasan Mutawakkil Alallah, Pengasuh PP Baitis Sholihin KH. Moh. Hasan Ainul Yaqin, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, serta unsur Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili Kasubbag TU Mohammad Sa’dun bersama Pokjaluh dan IPARI Kabupaten Probolinggo.

Mereka melebur bersama ribuan jamaah, menyatukan hati dalam ukhuwah, memohon agar berkah kesalehan Non Kalim senantiasa memayungi bumi Probolinggo. (*)

  • Penulis: Ansori
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026 05 17 at 11.03.40

    KUA Wonomerto Ajak NU Bersinergi Cegah Pernikahan Dini

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto, Wawan Ali Suhudi, mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama atau NU Kabupaten Probolinggo bersinergi menekan angka pernikahan dini dan mendongkrak kualitas pendidikan generasi muda. Hal itu ditegaskan Wawan saat menghadiri kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (17/5/2026). Dalam […]

  • IMG 20260523 WA0026

    Konsisten! GP Ansor Kuripan Rawat Tradisi Lewat Rijalul Ansor

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Konsistensi merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah terus ditunjukkan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Melalui MDS Rijalul Ansor yang digelar rutin di Kantor MWCNU setempat, mereka menyatukan visi para tokoh agama dan pemerintah demi membangun daerah yang maslahat. “Kami ingin menyatukan visi untuk Kuripan yang ‘Adem’ (aman, damai, tenteram) dan sejahtera. Kolaborasi […]

  • WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.56.40

    Keutamaan Selawat dan Maulid: Alasan Doa Membutuhkan ‘Sopir’

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Leluhur bukan sekadar tradisi tahunan atau pengumpul massa. Lebih dari itu, majelis ilmu dan dzikir menjadi sarana menata kembali hubungan spiritual hamba dengan Baginda Rasulullah SAW serta mempererat tali silaturahmi antarsesama. Umat Islam diajak untuk tidak hanya melihat kemeriahan fisik sebuah majelis, melainkan menyelami hakikat penghormatan kepada […]

  • WhatsApp Image 2026 10 07 at 17.12.29

    Gandeng SMKNU Bantaran, LDNU Probolinggo Siapkan Dai Ramadlan ke Pelosok

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Jamaluddin
    • 0Komentar

    BANTARAN– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat mematangkan persiapan Program Dai Ramadlan NU 1448 H. Sebagai langkah awal, LDNU mengajak Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, salah satunya SMKNU Bantaran, untuk berpartisipasi menerjunkan para muridnya sebagai dai dan daiyah di wilayah pelosok. Kesiapan tersebut dimatangkan dalam kunjungan silaturahmi Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al-Ghozi, […]

  • IMG 20260310 WA0001

    LDNU Kabupaten Probolinggo Pungkasi Safari Ramadhan di Lereng Lumbang

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Media LDNU Kabupaten Probolinggo
    • 0Komentar

    LUMBANG – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Probolinggo sukses menutup rangkaian program Sapa Umat (SAUM) Spesial Ramadhan. Titik terakhir kegiatan ini dipusatkan di Masjid Nurul Huda, Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sebagaimana ciri khas program SAUM, kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah bersama warga setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Taushiyah […]

  • WhatsApp Image 2025 03 29 at 16.57.01

    Akhir Ramadhan, PAC Ansor Kuripan Tebar Kebahagiaan dengan Berbagi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.idMenjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan Dan Senyuman Dengan Kaum Duafa. Sabtu (29/03/2025) Berbagi Zakat fitrah tepatnya. Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik laki-laki dan perempuan muslim yang dilakukan dibulan Ramadhan dari awal bulan […]

expand_less