Hasil Gotong Royong, LPBI NU Probolinggo Kirim 1.500 Sak Atasi Abrasi Pulau Gili Ketapang
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GILI KETAPANG – Wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong Nahdlatul Ulama (NU) kembali dibuktikan dalam penanganan bencana alam di Kabupaten Probolinggo. Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, sebanyak 1.500 sak disalurkan untuk menahan laju abrasi yang kian mengkhawatirkan di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih.
Aksi tanggap darurat ini difokuskan untuk memperbaiki tanggul penahan ombak di sisi barat pulau yang jebol sepanjang kurang lebih 20 meter. Jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut mengancam pemukiman warga dan infrastruktur di pulau padat penduduk tersebut.
Hasil Patungan MWC NU Se-Kabupaten
Ketua LPBI NU Kabupaten Probolinggo, Abdul Karim, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Ketua Ranting Ansor Pulau Gili Ketapang, Ahmad, pada Ahad (1/2/2026). Ribuan sak ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan simbol kuatnya jaringan struktural NU.
“1.500 sak ini merupakan hasil gotong royong dan kontribusi dari MWC NU se-wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo. Ini adalah bukti bahwa duka Gili Ketapang adalah duka kita semua,” ujar Abdul Karim di sela-sela penyerahan.
Kolaborasi di Garis Depan
Penyaluran bantuan ini tidak dilakukan sendirian. Kehadiran jajaran pengurus PC LPBI NU yang didampingi oleh perwakilan personel Banser menunjukkan soliditas badan otonom NU dalam mengawal isu kemanusiaan dan lingkungan.
Nantinya, sak-sak tersebut akan diisi material untuk menutup titik-titik tanggul yang jebol. Gerakan ini diharapkan mampu meminimalisir dampak hantaman ombak sementara waktu, sembari menunggu solusi permanen dari pihak terkait.
“Kami bergerak atas dasar kemanusiaan dan instruksi organisasi. Penyerahan kepada sahabat-sahabat Ansor di Gili dimaksudkan agar eksekusi di lapangan bisa dilakukan dengan cepat secara swadaya oleh pemuda dan warga setempat,” tambah Karim.
Langkah taktis LPBI NU ini mendapat apresiasi dari warga Gili Ketapang. Di tengah ancaman cuaca ekstrem, kehadiran santri-santri NU di garda depan penanggulangan bencana menjadi oase sekaligus penguat bagi masyarakat pesisir. (*)
- Penulis: adminnuprob

Saat ini belum ada komentar