Breaking News
dark_mode
Trending

Dari SWOT ke Program Kerja, MWCNU Wonomerto Matangkan Renstra 2026–2031

  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WONOMERTO— Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU Wonomerto, tak sekadar menjadi forum penyusunan program kerja. Ia menjadi tahap penting untuk menerjemahkan hasil refleksi, analisis, dan perencanaan strategis organisasi ke dalam agenda kerja yang lebih konkret, terukur, dan memiliki penanggung jawab yang jelas.

Bertempat di Kantor MWC NU Wonomerto, Musker berlangsung Jumat (25/9/2026) mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Forum tersebut menghasilkan rumusan program kerja MWC NU Wonomerto periode 2026–2031 secara lebih detail, mulai dari jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, hingga penanggung jawab masing-masing kegiatan.

Musker ini merupakan kelanjutan dari workshop yang telah dilaksanakan dua hari sebelumnya, Senin–Selasa (21–22/9/2026). Workshop tersebut menjadi tahapan awal dalam proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) MWC NU Wonomerto 2026–2031.

Berawal dari Pertanyaan: Siapa Kita?

Berbeda dari penyusunan program kerja yang langsung berangkat dari daftar kegiatan, MWCNU Wonomerto terlebih dahulu mengajak para pengurus melakukan refleksi mendasar mengenai organisasi melalui tema “Siapa Kita”.

Tahapan ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran bersama mengenai identitas, posisi, kapasitas, serta peran MWCNU Wonomerto dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

Setelah proses pengenalan diri organisasi, peserta workshop melakukan analisis SWOT dengan memetakan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan (threats) yang dihadapi organisasi.

Hasil analisis tersebut kemudian menjadi bahan dalam menyusun Renstra. Dari Renstra inilah kemudian dirumuskan sejumlah program dan kegiatan yang dipilah berdasarkan skala prioritas.

Dengan pola tersebut, program kerja MWCNU Wonomerto tidak disusun semata berdasarkan kebiasaan atau agenda rutin tahunan. Tapi berangkat dari kebutuhan, potensi, tantangan, serta arah strategis organisasi untuk lima tahun ke depan.

Musker Menentukan “Siapa Melakukan Apa dan Kapan”

Jika workshop sebelumnya lebih banyak menjawab pertanyaan “apa yang harus dilakukan organisasi?”, Musker menjadi ruang untuk menjawab pertanyaan berikutnya: “kapan dilaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab?”

Karena itu, pembahasan dalam Musker difokuskan pada penentuan timing pelaksanaan dan penanggung jawab setiap program yang telah masuk dalam skala prioritas.

Satu per satu program dibahas untuk memastikan terdapat kejelasan waktu pelaksanaan sekaligus pihak yang akan mengawal dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaannya.

Proses tersebut membuat hasil Musker tidak berhenti pada daftar program kerja, tetapi berkembang menjadi rencana kerja yang lebih operasional.

Diawali Istighotsah dan Tahlil

Sebelum memasuki agenda organisasi, Musker diawali dengan istighotsah dan tahlil. Tradisi keagamaan tersebut menjadi pembuka sekaligus ikhtiar spiritual agar seluruh proses perumusan program kerja berjalan lancar dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah serta masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rais Syuriah MWCNU Wonomerto, KH Abd Malik Damanhuri, dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto, Ustadz Muhsin.

Dalam sambutannya, jajaran pimpinan MWCNU Wonomerto menekankan pentingnya kebersamaan dan kesungguhan seluruh pengurus dalam mengawal hasil perencanaan organisasi.

Program yang telah disepakati melalui forum Musker diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar menjadi pedoman kerja selama masa khidmat 2026–2031.

Selanjutnya, agenda inti Musker dipimpin oleh Ustadz Syamsuli Akbar.

Pembahasan berlangsung dengan mengacu pada hasil workshop dan skala prioritas yang telah dirumuskan sebelumnya. Forum berjalan secara partisipatif dengan melibatkan peserta dalam menentukan waktu pelaksanaan dan penanggung jawab masing-masing kegiatan.

Menuju Jam’iyah yang Mandiri dan Profesional

Rangkaian workshop dan Musker tersebut menjadi bagian dari upaya MWCNU Wonomerto membangun tata kelola jam’iyah yang lebih terarah.

Arah tersebut sejalan dengan visi MWCNU Wonomerto 2031, yakni:

“Membangun jam’iyah yang Islami, mandiri dan profesional yang mampu memelihara kearifan lokal, menjadi pelopor pengembangan dan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Wonomerto lahir dan batin.”

Visi tersebut kemudian dijabarkan melalui sejumlah misi strategis, di antaranya meningkatkan kapasitas jam’iyah menuju NU yang mandiri dan profesional; mengembangkan kegiatan keagamaan berbasis kearifan lokal; menjadi pelopor dan mediator pengembangan masyarakat; mendorong pengembangan ekonomi umat; serta berfungsi sebagai benteng pembinaan akhlak generasi muda.

Dengan selesainya Musker, MWCNU Wonomerto telah memiliki peta kerja yang lebih jelas untuk periode 2026–2031.

Program-program prioritas tidak hanya telah dirumuskan, tetapi juga telah dilengkapi dengan waktu pelaksanaan dan penanggung jawab masing-masing kegiatan.

Bagi MWCNU Wonomerto, proses tersebut menjadi langkah awal untuk membangun budaya organisasi yang lebih terencana: berangkat dari pemetaan kondisi, disusun berdasarkan prioritas, ditentukan waktunya, dan jelas siapa yang bertanggung jawab melaksanakannya.

Selanjutnya, tantangan berada pada tahap implementasi. Hasil Musker akan diuji melalui sejauh mana program-program tersebut mampu diwujudkan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan jam’iyah, pengembangan masyarakat, serta kemaslahatan warga Nahdliyin di Kecamatan Wonomerto. (*)

  • Penulis: Syamsuli Akbar
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260728

    MWCNU Wonomerto: Restu Orang Tua ke IPNU-IPPNU Adalah Investasi Kader

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., mengimbau para orang tua warga Nahdliyin agar memberikan dukungan dan restu penuh kepada putra-putri mereka yang aktif di badan otonom (Banom) NU, khususnya IPNU dan IPPNU. Menurut Muhsin, keterlibatan generasi muda dalam wadah organisasi Nahdlatul Ulama merupakan bentuk investasi penting jangka panjang […]

  • IMG 20260703 WA0035

    PCNU Probolinggo Dorong Pengurus Muda Bangun Ranting NU Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh pengurus ranting agar mampu berdaya dan mandiri dalam menjalankan roda organisasi. Harapan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, masa khidmat 2026-2031, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang digelar di kediaman Ustaz Sulaiman, Desa Tunggak Cerme, […]

  • IMG 20260712 WA0001

    Disrupsi Digital dan Reaktualisasi Moral Pesantren

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Imamuddin Nur Fajri, Warga NU, Alumni Pesantren di Probolinggo
    • 0Komentar

    RIUH rendah jagat digital hari ini tidak sekadar mengubah cara manusia berkomunikasi, melainkan telah meredefinisikan ruang hidup dan interaksi sosial kita. Di tengah pusaran disrupsi dan derasnya arus informasi media sosial, lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pesantren kini dihadapkan pada tantangan eksistensial yang kompleks. Sosiolog Ali Shariati (1971) jauh-jauh hari telah mengkhawatirkan konsekuensi dari modernitas […]

  • Muslimat

    Adaptif Zaman, Muslimat NU Probolinggo Latih Dakwah Digital dan AI

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    BANTARAN – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo terus berikhtiar memperkuat kapasitas para kadernya di era transformasi digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Pelatihan Dakwah Digital yang digelar di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai […]

  • 172643a3 4913 4916 9a21 3e77cf015afa

    Sofia Soroti Begal di Probolinggo Hari Ini, Desak Perlindungan Nyata bagi Perempuan di Ruang Publik

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, Senin (6/7/2026) – Aksi begal yang menimpa seorang bidan Desa Blado Kulon di Jalan Curah Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Senin pagi (6/7), menuai keprihatinan dari Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia. Menurut Sofia, peristiwa tersebut tidak hanya menjadi persoalan kriminalitas, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi kerentanan saat […]

  • IMG 20260205 WA0063

    Tekan Kemiskinan, Ansor dan Baznas Probolinggo Bantu Ribuan Dhuafa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat melakukan aksi nyata dalam membantu masyarakat kecil. Sedikitnya, ribuan paket sembako didistribusikan kepada kaum dhuafa yang tersebar di 11 kecamatan wilayah kerja PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/2/2026). Langkah kolaboratif ini menyasar masyarakat kurang mampu, fakir […]

expand_less