Breaking News
dark_mode
Trending

Dari Jalan Kaki di Lereng Bromo hingga Apresiasi Jatim: Jejak Literasi Agus Budi Cahyono

  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO —Menembus jalanan berbukit Desa Resongo di kawasan dataran tinggi Kecamatan Kuripan—kaki lereng Gunung Bromo—dengan berjalan kaki sejauh tiga hingga empat kilometer pernah menjadi bagian dari dinamika keseharian Agus Budi Cahyono.

Tanpa memiliki sepeda motor—bahkan belum bisa mengendarainya—pemuda kelahiran Agustus 2000 ini tak pernah menyurutkan langkah untuk hadir mengabdi di tengah-tengah kader.

Kini, keteguhan dan konsistensi itu berbuah manis. Agus, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Media dan Digitalisasi Organisasi PC IPNU Kabupaten Probolinggo, sukses membuktikan taji kreativitasnya sebagai kontributor media.

Hasil dari ketekunannya terbayar tuntas saat ia menerima apresiasi (reward) khusus langsung dari Pengurus Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur.

Bersemi dari Buku Tulis dan Lampu Desa

Kecintaan Agus terhadap dunia literasi tidak tumbuh dalam sekejap. Minat itu mulai bersemi sejak ia duduk di bangku kelas VII SMP, terinspirasi oleh kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang berkegiatan di desanya.

Dari sana, ia mulai belajar mengikat gagasan melalui diary dan bait-bait puisi.

Memasuki jenjang SMA sederajat, imajinasinya kian berkembang ke penulisan cerita pendek dan novel. Di tengah keterbatasan fasilitas—saat ia belum memiliki telepon genggam maupun laptop—Agus tak kehabisan akal.

Berbekal buku tulis dan pulpen, ia terus produktif menumpahkan ide-idenya dengan dorongan penuh dari para guru. Impian untuk menjadi jurnalis menjadi bahan bakar utama perjalanannya.

Ia sempat mengasah jam terbang sebagai kontributor Dialogmasa Pasuruan, hingga akhirnya menjadi salah satu pemrakarsa lahirnya media Blogspot “PELITA” milik PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Menembus Pelosok Desa Tanpa Roda Dua

Perjuangan Agus menemukan ujian nyatanya ketika ia menjadi Ketua PAC IPNU Kuripan pada 2023. Kuripan dikenal sebagai wilayah berbukit di dataran tinggi Probolinggo selatan dengan ketinggian mencapai 250 hingga 900 meter di atas permukaan laut.

Sebagai desa terbesar dan berpenduduk terbanyak di Kuripan, Desa Resongo memiliki bentang wilayah yang luas dan menantang.

Ketiadaan kendaraan tak dijadikan alasan oleh Agus untuk menyurutkan pengabdiannya di organisasi pelajar NU tersebut.

“Saya sering jalan kaki dengan jarak 3-4 kilometer untuk menghadiri kegiatan IPNU. Karena saya menyadari, bahwa tugas Ketua PAC IPNU harus selalu hadir dan mengayomi kader untuk semangat berkegiatan,” kenang Agus saat dikutip dari NU Online Jatim.

Gagal di NU Online, Bangkit Lewat “Journalist Academic”

Meski kini dikenal produktif, grafik perjalanan menulis Agus tidak selalu mulus. Ia sempat merasakan getirnya kegagalan saat mencoba menembus meja redaksi NU Online.

Keterbatasan keterampilan dalam memburu bahan berita, ditambah minimnya agenda organisasi di daerahnya kala itu, sempat membuatnya gigit jari.

Namun, kegagalan itu ia jadikan bahan evaluasi mendalam. “Pelajaran terbesar bagi saya adalah tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan, dan lakukan yang terbaik di setiap amanah yang diberikan,” ungkapnya.

Titik balik penulisan Agus terjadi saat ia mengikuti kegiatan “Journalist Academic” yang digelar oleh PW IPNU Jawa Timur.

Dari pelatihan tersebut, pemahamannya tentang etika dan teknik jurnalistik kian terasah, membakar kembali semangatnya untuk menebus kegagalan masa lalu.

Kejutan Manis dari Surabaya

Konsistensi Agus dalam mengabadikan setiap momen organisasi akhirnya berbuah kejutan. Bagi Agus, menulis adalah upaya merekam jejak kehidupan. “Tulislah setiap momen yang menurutmu perlu ditulis. Konsistensi itu perlu, karena semakin banyak kita menulis, semakin tinggi pula kita berliterasi,” tuturnya.

Ketekunannya tak mengkhianati hasil. Tiga hari lalu, sebuah paket misterius tiba di kediamannya, dikirim langsung oleh Direktur PW IPNU Jatim, Rekan Iqdam. Sempat menduga paket tersebut berisi buku ide konten yang pernah mereka diskusikan, Agus dibuat terkejut sekaligus terharu saat membukanya.

Paket tersebut rupanya berisi reward khusus atas kontribusi aktifnya dalam mengirimkan tulisan. Bersamaan dengan paket itu, terselip pesan penyemangat agar ia selalu produktif mewarnai media organisasi.

Menulis Bukanlah Beban

Menutup lembar kisahnya, Agus menyitir pesan khusus bagi para kader di daerah yang kerap merasa minder atau ragu untuk mulai menggoreskan pena. Ia mengimbau agar kegiatan menulis tidak dipandang sebagai beban yang menakutkan. “Menulis itu bukan beban. Dengan menulis, kita dapat menuangkan isi hati yang tak mampu kita ucapkan. Tidak harus langsung paham gramatikal yang rumit, yang penting kita mulai dari kemauan; insya Allah kemampuan itu akan muncul dengan sendirinya,” pungkas Agus. (*)

  • Penulis: Muhammad Malik
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260726 WA0065

    Muskercab I, PCNU Probolinggo Luncurkan 6 Koordinator Bidang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo secara resmi meluncurkan enam sistem Koordinator Bidang (Koorbid) dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I masa khidmat 2026–2031. Forum strategis ini digelar sebagai langkah nyata memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun tata kelola jam’iyah yang lebih profesional, efektif, dan terukur. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Barokah tersebut […]

  • Ugas

    Kata Pj Bupati Probolinggo tentang Pendirian Perguruan Tinggi NU

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.id – TONGAS- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo, Jatim, berencana mendirikan perguruan tinggi NU di wilayah barat daerah tersebut. Untuk itu, PCNU telah membebaskan lahan seluas 2.400 meter persegi, tak jauh dari Gerbang Tol Probolinggo Barat, Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, kabupaten setempat. Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto mengapresiasi usaha tersebut. Orang nomor satu di […]

  • C9b42370 c1d8 4bbb b869 459bda1a2b05

    Usai Diklat Pelatih di Kediri, Aan Bawa Misi Penguatan Kaderisasi CBP KPP Probolinggo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Wakil DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, Abdut Tawwabbur Rochman atau yang akrab disapa Aan, rampung mengikuti Diklat Pelatih CBP KPP yang digelar DKC CBP KPP Kabupaten Kediri pada 14–17 Mei 2026 di Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Keikutsertaan Aan menjadi bagian dari langkah strategis DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas kader, […]

  • IMG 20260809 WA0029

    Sambut HUT RI, Fatayat NU Probolinggo Perkuat Program Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, 9 Agustus 2026 — Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo memanfaatkan momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan arah gerakan organisasi ke depan. Kegiatan dikemas melalui doa bersama dan penguatan kebersamaan seluruh jajaran pengurus yang berlangsung di Pantai Bahak, Probolinggo, Minggu (9/8/2026). Rangkaian kegiatan diawali doa bersama yang […]

  • IMG 20260524 WA0037

    Menembus Kabut Lereng Tengger, Kisah IPNU IPPNU Kuripan Turba ke Resongo

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Deru mesin sepeda motor meraung memecah keheningan lereng utara Pegunungan Tengger, Ahad (24/05/2026). Di atas aspal yang mulai berganti batu-batu lepas, belasan pemuda-pemudi berseragam batik hijau khas IPNU dan IPPNU tampak berkonsentrasi penuh. Jalur menuju Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, memang bukan untuk pengendara yang ragu-ragu. Berada di ketinggian di atas 500 […]

  • WhatsApp Image 2025 07 07 at 10.17.23 bb7537d2

    Dzahin Alaisa, Yatim Cilik dari Probolinggo Hafal Juz 30 di Usia 7 Tahun: Bukti bahwa Cinta Al-Qur’an Bisa Menguatkan Segalanya

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo, Jawa Timur – Di pelosok Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, seorang anak perempuan bernama Dzahin Alaisa tumbuh menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lahir pada 26 Agustus 2016, Dzahin kini berusia 7 tahun dan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an, serta bercita-cita menjadi seorang Hafidzoh. Dzahin adalah siswi aktif di MI Tarbiyatul Ula Desa Sumberkare, […]

expand_less