Breaking News
dark_mode
Trending

Dakwah Binnidzom

  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELASA lalu saya mengadiri peluncuran Sentra Syiar Ramadan NU sekaligus Pelepasan Dai Muda Ramadhan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin.

Sentra Syiar Ramadan dipusatkan di masjid dan musala. Korps Dai Muda atau KODAMA NU yang digembleng dalam Diklat Dai Milenial pada akhir 2025, ada di sentra itu. Mereka dibekali mushaf Al-quran, juga jadwal imsakiyah.

Dua hari menjelang Ramadan itu, empat santri Ponpes Nahdlatul Muta’allimin diberangkatkan ke daerah terpencil di Kecamatan Sumber dan Lumbang sebagai Dai Muda Ramadhan.

Di Sumber, mereka ditugaskan di Dusun Pulosari dan Tosari, Desa Rambaan. Sedangkan di Lumbang, santri madrasah diniyah janjang ulya itu ditugaskan di Desa Lambang Kuning.

Di daerah terpencil tersebut, mereka akan bertugas sebulan suntuk. Sampai lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Mereka membawa misi dakwah. Menghidupkan gairah keagamaan di daerah terpencil.

Saya tahu lokasi penugasan para santri itu. Tak semua sepeda motor mudah sampai ke lokasi tujuan. Semuanya berada di pegunungan. Sinyal HP terbatas, atau bahkan blank alias kosong.

Melihat google maps, Dusun Pulosari berjarak 8,9 kilometer dari kantor Camat Sumber dengan waktu tempuh sekitar 22 menit. Layanan peta digital dan teknologi navigasi itu memberi keterangan: “Melewati jalan tak bernama.”

Dusun Tosari sedikit lebih jauh. Sekitar 11 kilometer dari Kantor Camat Sumber dengan waktu tempuh sekitar 28 menit. Juga “melewati jalan tak bernama.”

Desa Lambang Kuning? Sama saja. Berada di pegunungan.

Saya bangga. Ada santri generasi Z pergi ke daerah terpencil untuk berdakwah sebulan suntuk. Menghidupkan gairah dan kegiatan keagamaan di bulan penuh berkah ini, meski hanya empat santri.

Ke depan, jumlah “missionaris dakwah” itu jumlahnya bisa berlipat-lipat. Menjadi puluhan, atau bahkan ratusan. Potensi besar itu bisa dilihat dari data Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Pada 2021, Kemenag mencatat terdapat sedikitnya 77 pondok pesantren di 11 kecamatan yang menjadi wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo. Puluhan ponpes itu dihuni oleh 6934 santri aktif.  

Dari 6934 santri itu, mereka yang terpilih bisa ditugaskan menjalani misi dakwah ke daerah-daerah yang minim sentuhan keagamaan alias blank spot. Saat Ramadan, atau waktu-waktu lain. Sebulan, dua bulan, atau dalam jangka waktu setahun. Syukur-syukur jika sampai menemukan jodoh di lokasi penugasan.

Aktualisasi potensi besar itu akan melibatkan banyak pihak sehingga perlu dikelola lebih rapi. Seperti apa kriteria santri yang bisa ditugaskan? Ke daerah seperti apa mereka akan ditugaskan? Apa misi mereka di lokasi tugas? Bagaimana monitoring dan evaluasinya? Dan banyak pertanayan lainnya.

Sejumlah pertanyaan itu perlu dipetakan bersama oleh semua pihak yang terlibat, agar misi dakwah membawa hasil maksimal. Saya menyebut upaya-upaya ini dengan dakwah binnidzom. Dakwah yang terorganisir.

Untuk itu, diperlukan kesadaran berorganisasi dari semua elemen yang terlibat. Ponpes Nurul Jadid menyebut ini dengan istilah Al-wa’yu An-nidzomi, yang ditanamkan dalam kesadaran para santri.

***

NU kini memasuki abad kedua. Peringatan 1 abad jam’iyyah tercinta ini telah kita ikuti dengan penuh semangat. Baik dalam hitungan Hijriyah yang digelar di Sidoarjo, mapun dalam hitungan Masehi yang digelar di Malang, beberapa pekan lalu.

Kini, saatnya kita membuktikan kematangan organisasi itu dalam aksi nyata.

Saya mengajak segenap jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat Cabang, MWC, hingga Ranting, serta seluruh kader penggerak di mana pun berada: mari kita jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk menghidupkan syiar Islam secara terorganisir.

Dakwah bukan lagi sekadar gerak individu yang sporadis, melainkan sebuah kerja kolektif yang terukur. Gerakan KODAMA NU di pelosok Sumber dan Lumbang hanyalah sebuah awal. Kedepan, kesadaran berorganisasi atau Al-wa’yu An-nidzomi ini harus mendarah daging dalam setiap nafas pengabdian kita.

Jika struktur organisasi bergerak serentak dari pusat hingga ke anak ranting, maka tidak akan ada lagi “blank spot” keagamaan di wilayah kita.

Muassis NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari (wafat 7 Ramadan), telah meletakkan fondasi jam’iyyah ini dengan tetesan keringat dan doa yang tulus. Saya yakin, beliau akan tersenyum bangga melihat organisasi yang didirikannya kini melangkah solid, rapi, dan bergerak sistematis hingga ke akar rumput.

Mari kita khidmati Ramadan ini dengan manajemen yang baik, karena kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir. Selamat berpuasa, selamat berdakwah binnidzom. (*)

Oleh: Teguh Mahameru Zainul Hasan (Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abu

    Menjaga Ruh Pembelajaran di Era Algoritma: Redefinisi Digitalisasi Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Abu Tholib, M.Kom* Di tengah masifnya wacana transformasi digital di dunia pendidikan, kita kerap disuguhkan pemandangan yang sekilas tampak modern namun pada hakikatnya masih rapuh: seorang guru menyalakan proyektor LCD, membuka dokumen PDF dari buku teks, lalu meminta para siswa menyalin tulisan dari layar proyektor ke buku tulis masing-masing. Pertanyaannya, apakah interaksi semacam […]

  • WhatsApp Image 2026 05 04 at 12.33.46

    ISNU Probolinggo Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal di Surabaya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Surabaya – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Suites Hotel Surabaya dan diikuti oleh 35 peserta yang merupakan pengurus PW dan PC ISNU se-Jawa Timur. Pelatihan […]

  • LDNU

    LDNU Probolinggo Tolak Normalisasi LGBT, Larang Kekerasan dan Diskriminasi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo menerbitkan surat pernyataan sikap terkait maraknya tren dan eksposur konten bermuatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media sosial yang menyasar kalangan remaja. Dalam dokumen bernomor 17/PC.05/A.L.01.49/1638/07/2026 tersebut, LDNU Probolinggo mengambil posisi tegas untuk menolak normalisasi perilaku tersebut di ruang publik. Namun di saat […]

  • 1778878275126 photo_camera 1

    Pesan Tegas Rais Syuriah MWCNU Dringu: Saatnya NU Bangkit Lebih Kuat dan Lebih Maju

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Rais Syuriah MWCNU Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiyai Mustamir, menyampaikan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Kecamatan Dringu terus berkembang pesat dan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perkembangan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kekuatan dalam menjaga persatuan umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta meningkatkan kepedulian sosial […]

  • IMG 20260418 WA0034

    Ketua PCNU Probolinggo: Halal Bihalal Ini ‘Kick Off’ Khidmah Kita

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa momentum halal bihalal tahun ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Ia menyebut pertemuan ini sebagai kick off atau titik mula pengabdian total bagi seluruh jajaran pengurus dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama. “Halal bihalal ini harus menjadi kick off untuk kita […]

  • WhatsApp Image 2026 04 27 at 07.08.10 (1)

    Tancap Gas di Sumberkare, IPNU-IPPNU Wonomerto Sasar Desa Terluas di Zona Barat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    WONOMERTO-Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VII di MTs Ainul Yaqin, Desa Sumberkare, Ahad (26/04/2026). Forum tertinggi tingkat kecamatan ini bukan sekadar pergantian nakhoda, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengekspansi sayap kaderisasi ke wilayah zona barat. Pemilihan Desa Sumberkare sebagai lokasi kegiatan dilakukan bukan tanpa alasan. Secara […]

expand_less